SOSIOLOGI
BAB 2
Tinjauan pustaka
A .Pengertian orang tua
orang tua iyalah orang tua yang bertanggung jawab dalam sat keluarga /rumah tangga,yang dalam penghidupkan sehari"lazim disebut ibuk bapak
Hubungan orang tua dengan anak dalam penitian ini ini adalah perabot atau fungsi orang tua sebagai pelindung pendidikan atau perilaku kegiatan ekonomi dan penanggung jawab pendidik anak-anaknya keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri dari dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan batin ikatan darah adaptasi perkawinan
1. keluarga merupakan kelompok sosial yang terdiri dari Ayah ibu dan anak-anak
2. hubungan antara anggota keluarga dijiwai dengan rasa kasih sayang dan rasa tenang
b. peranan keluarga terhadap perkembangan anak.
keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama yang dikenalkan kepada anak atau dapat dikatakan bahwa seorang anak mengenal kehidupan sosial itu pertama-tama di dalam lingkungan keluarga. adanya interaksi antara orang tua keluarga yang satu dengan yang lain menyebabkan seorang anak menyadari akan dirinya, bahwa ia berfungsi sebagai individu dan juga makhluk sosial.
sebagai makhluk sosial, dia harus menyesuaikan diri dengan kehidupan bersama, yaitu saling tolong-menolong dan mempelajari adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
adapun faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan anak.
1) faktor keutuhan keluarga
faktor keluarga itu terutama ditekankan kepada strukturnya yaitu, keluarga yang lengkap ada ayah, ibu, dan anak.
2) sikap dan kebiasaan orang tua
peranan keadaan keluarga terhadap perkembangan sosial anak-anak tidak hanya terbatas pada situasi sosial ekonomi atau kebutuhan struktur dan interaksinya, tetapi yang cara-cara dan sikap-sikap dalam pergaulannya memegang peranan penting di dalam perkembangan sosial anak-anak mereka akan menjadi anak yang penuh dengan inisiatif giat dan rajin mempunyai rasa tanggung jawab dan percaya pada diri sendiri. keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang mewarnai pribadi anak, di dalam keluarga akan ditanamkan nilai-nilai hidup yang positif dan akhirnya akan dipakai oleh anak dalam pedoman bermasyarakat.
Kondisi sosial ekonomi orang tua
dalam penelitian ini sosial ekonomi orang tua dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. kondisi sosial ekonomi orang tua
manusia akan mencangkup kehidupan sosial ekonomi dan budaya pada masyarakat tertentu akan mengadakan hubungan sosial atau interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
kondisi sosial ekonomi orang tua adalah keadaan atau kenyataan yang terlihat atau terasakan oleh indra manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. keluarga mempunyai peranan terhadap perkembangan anak
2. kebutuhan orang tua
untuk itu kebutuhan pula kemampuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. orang tua atau keluarga dikatakan sejahtera apabila di dalam keluarga tersebut terpenuhi semua kebutuhannya, keselamatan, ketentraman, dan kemakmurannya baik lahir maupun batin.
3. pendapatan orang tua
pendapatan orang tua dasar dari penghidupan besarnya pendapatan akan menentukan jumlah kebutuhan yang hendak di puaskan.
Menurut Aristoteles, golongan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat suatu negara dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Mereka yang kaya sekali (golongan sosial ekonomi tinggi)
2. Mereka yang berada di tengah (golongan sosial ekonomi menengah)
3. Mereka yang melarat (golongan sosial ekonomi rendah)
Berdasarkan golongan tersebut dapat diketahui bahwa sejak dahulu sampai sekarang sudah diakui adanya tingkatan-tingkatan golongan sosial ekonomi masyarakat yang berdasarkan pada tingkat pendapatan, kepemilikan sesuatu yanga patut dihargai baik yang berupa uang, bendabenda yang bernilai ekonomis, tanah, dan kekuasaan/ilmu pengetahuan (tingkat pendidikan).
Antara tingkat pendapatan seseorang dengan tingkat pendidikan mempunyai keterkaitan yang erat. Tingkat pendidikan yang tinggi memerlukan dana yang memadai. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya seseorang yang berhasil dalam pendidikannya berlatar belakang sosial ekonomi yang rendah
Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar.
Dalam proses belajar mengajar banyak faktor yang ikut mempengaruhi berhasil tidaknya proses tersebut. Faktor tersebut ada yang berasal dari diri siswa dan ada juga yang berasal dari luar siswa. Faktor yang berasal dari luar siswa di antaranya adalah kondisi sosial ekonomi orang tua. Faktor orang tua ikut berperan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar anak, karena anak akan bersosialisasi dengan lingkungan dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga akan membawa perubahan pada kebiasaan-kebiasaan, sikap-sikap dan watak. Adanya dukungan yang baik dari hubungan orang tua dan lingkungan akan membantu proses belajar anak, karena anak akan semakin termotivasi untuk belajar sehingga prestasi belajar meningkat. Namun sebaliknya, hubungan orang tua yang tidak harmonis dengan lingkungan akan berpengaruh negatif terhadap anak, misalnya sering cekcok dan bersitegang dengan tetangga dan akan memberikan suasana belajar anak menjadi terganggu. Akhirnya anak malas untuk belajar dan menurunlah prestasi belajarnya.
Kondisi ekonomi orang tua (keluarga) yang mapan atau mampu akan dengan mudah memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah bagi anak-anaknya. Sebaliknya, anak-anak dari keluarga yang tidak mampu tidak dapat memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah anak-anaknya. Dengan alat atau sarana dan prasarana yang tidak mencukupi akan membuat anak menjadi putus asa sehingga dorongan belajar mereka menjadi kurang. Namun demikian kondisi ekonomi orang tua tidak merupakan faktor mutlak, sebab hal ini tergantung pula kepada sikap dan corak interaksi dalam keluarga itu.
Indikator -indikator tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Tingkatan pendidikan orang tua tingkat pendidikan orang tua yang baik, akan mempengaruhi jenis pekerjaan yang lebih baik, sehingga akan memperoleh penghasilan yang cukup. Dengan ekonomi keluarga yang cukup baik, orang tua mampu menyediakan situasi yang baik bagi masa depan anak-anaknya. Lingkungan material yang dihadapi anak di dalam keluarga lebih luas, sehingga anak lebih leluasa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Hubungan orang tua dengan anak cukup baik karena tidak tertekan masalah keuangan. Perhatian orang tua dapat tercurahkan kepada anak-anaknya. Orang tua aktif mendorong proses pendidikan anak-anaknya, seperti: bermacam-macam buku di rumah, menyediakan fasilitas yang menunjang kegiatan belajar, aktif mengunjungi perpustakaan, belajar di museum, dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah. Semua itu kegiatan yang dapat merangsang dan mendorong anak untuk lebih giat belajar.
2. Tingkat pendapatan dan pekerjaan orang tua dalam pendidikan formal, orang tua mempunyai kewajiban memenuhi segala kebutuhan yang berkaitan dengan keperluan sekolah. Hal ini tergantung dari besar kecilnya.penghasilan orang tua atau keluarga.Untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi tidak lepas dari jenis pekerjaan yang dimiliki, pekerjaan yang baik didukung oleh tingkat pendidikan dan kemampuan seseorang. Dengan penghasilan yang cukup orang tua akan mampu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh keluarga. Potensi yang ada dalam diri anak dapat berkembang dan tersalurkan secara baik dan benar. Penghasilan orang tua merupakan salah satu indikator yang menentukan status ekonomi keluarga, karena dengan penghasilan yang tinggi akan lebih mampu dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan keluarga. Dengan demikian pekerjaan dan penghasilan atau pendapatan orang tua akan mempengaruhi besarnya dana kesejahteraan yang diterima dari jenis pekerjaan dan berpengaruh terhadap jumlah pendapatan pokok. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan perlu memperoleh zat makanan yang bernilai gizinya. Ini akan membentuk pertumbuhan jasmani anak yang baik. Bila bahan yang diperlukan tubuh tidak mencukupi, maka sudah dapat dipastikan pertumbuhan anak tidak berjalan lancar. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sudah tentu berpengaruh pada kelancaran belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, orang tua harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak baik material maupun spiritual.
BAB 3
A. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian.
Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif atau kualitatif untuk memperjelas dan menjawab pertanyaan tentang pengaruh perekonomian keluarga terhadap prestasi belajar siswa di sekolah SMA BUDISATRYA.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.
Sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menampakkan proses maknanya. Metode analisis data kualitatif adalah metode pengolahan data secara mendalam dengan data dari hasil pengamatan, wawancara, dan literatur.
Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah semua pendapatan kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang dan barang.
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pendapatan orang tua adalah penghasilan berupa uang yang diterima sebagai balas jasa dari kegiatan baik dari sektor formal dan informal selama satu bulan dalam satuan rupiah. Besar kecilnya pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk akan berbeda antara yang satu dengan yang lain, hal ini karena dipengaruhi oleh keadaan penduduk sendiri dalam melakukan berbagai macam kegiatan sehari-hari.
Dengan pendidikan yang tinggi mereka akan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik disertai pendapatan yang lebih besar. Sedangkan bagi penduduk yang berpendidikan rendah akan mendapat pekerjaan dengan pendapatan yang kecil.
Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang dapat mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka,karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
B. LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini mengambil lokasi di SMA BUDISATRYA MEDAN KAB DELI SERDANG.
Alasan peneliti mengambil di SMA BUDISATRYA MEDAN KAB DELI SERDANG untuk sebagai tempat atau lokasi penelitian karena di SMA BUDISATRYA MEDAN banyak orang tua atau siswa yang sulit perekonomian keluarga terhadap prestasi belajar siswa di sekolah SMA BUDISATRYA medan kabupaten Deli Serdang.
C.METODE DOKUMENTASI
D.METODE WAWANCARA
Bab 4 hasil penelitian
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA BUDISATRYA MEDAN dapatlah disimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua siswa berada pada kategori menengah ke atas, karena pendapatan orang tua berada pada taraf ke atas (85%) dan pada taraf sangat rendah (70%), pada kategori cukup (7,9% siswanya (90%) pada taraf tinggi. Kondisi siswa yang menengah kebawah, yang mungkin orang tuanya bekerja seperti bangunan,buruh,petani dan lainnya.
Selanjutnya yang berkaitan dengan kondisi prestasi siswa yang dibatasi pada hasil ulangan harian mata pelajaran diperoleh prestasi siswa sebagian besar pada kategori cukup (63,0%), pada kategori hampir cukup (20,8%), lebih dari cukup (8,0%) sisanya siswa berada pada tingkat presentasi kurang (4,1%) dan baik (4,1%).Prestasi belajar siswa pada kategori cukup .Prestasi belajar siswa sangatlah tergantung pada berbagai faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri siswa maupun faktor yang berasal dari luar diri siswa. Dalam konteks penelitian ini, prestasi belajar siswa yang besar pada kategori cukup dan hampir cukup, motivasi belajar berasal dari diri pribadi siswa saja, sementara tidak ada motivasi belajar dari orang tua. Kondisi sosial ekonomi yang rendah disebabkan juga karena tingkat pendidikan orang tua yang juga rendah menyebabkan orang tua tidak tahu tentang kondisi pendidikan anak.Kesadaran orang tua tentang pendidikan biasanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, dan peranan keluarga khusunya orang tua mempunyai andil besar dalam menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar, karena dengan pengetahuan yang dimiliki orang tua mampu atau memiliki kemampuan dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik khususnya di dalam keluarga atau rumah tangga. Pendidikan orang tua siswa Kadang sebagian besar adalah tamatan sekolah dasar (SD) (SMP) dan juga (SMA) sehingga pengetahuan mereka tentang pendidikan boleh jadi sangat kurang.Dalam menumbuhkan motivasi dalam diri siswa yang berdampak pada peningkatan prestasi belajarnya bukan saja tugas dari seorang guru tetapi juga tugas dari orang tua. Perhatian orang tua dalam peningkatan prestasi belajar siswa secara tidak langsung dan berpengaruh sangat besar, dimana orangtua dalam hal ini diusahakan agar bisa menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa. Masalah pengawasan, perhatian dan pengaturan belajar anak benar-benar dalam pengawasan orang tua, karena pada masa remaja inilah seorang anak akan mudah tergoda untuk mengikuti pergaulan yang diberikan oleh teman-temannya baik yang berasal dari lingkungan sekolah maupun dari lingkungan rumah. Kondisi sosial ekonomi yang rendah menyebabkan orangtua tidak bisa memperhatikan belajar anaknya dan rendah pengawasan orang tua terhadap pola belajar anak, kemungkinan lebih berfikir pada bagaimana untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi pada penelitian ini dengan rendahnya tingkat sosial ekonomi (tingkat pendapatan), siswa masih bisa memotivasi diri sendiri dan juga motivasi dari guru sehingga prestasi mereka tetap pada kategori cukup. Karena dari hasil penelitian ini tidak ada pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa, karena dengan kondisi sosial ekonomi yang rata-rata berada pada taraf rendah, kondisi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi sebagian (70%) pada kategori cukup. Kondisi prestasi belajar siswa yang dilihat dengan nilai raport pada mata pelajaran ekonomi, kemungkinan berasal dari motivasi dari dalam diri siswa dan guru di sekolah. Kondisi ini akan berubah menjadi lebih baik jika kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikannya lebih baik dari kondisi sekarang, kemungkinan prestasi belajar siswa sebagian pada kondisi baik.
Pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapat pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendidikan orang tua selain dilihat dari jenjangnya juga dapat dilihat dari tahun sukses atau lamanya orang tua sekolah.Semakin lama orang tua bersekolah berarti semakin tinggi jenjang pendidikannya.Contohnya, orang tua yang hanya sekolah 6 tahun berarti hanya sekolah sampai SD berbeda dengan orang yang sekolahnya sampai 12 tahun berarti lulusan SMA.Tingkat pendidikan yang pernah ditempuh orang tua berpengaruh pada kelanjutan sekolah anak mereka.Orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi mempunyai dorongan atau motivasi yang besar untuk menyekolahkan anak mereka.
JAWABAN DARI RUMUSAN MASALAH
BAB 5 PENUTUP
KESIMPULAN
Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang salah satunya kondisi sosial ekonomi orang tua, maka masih perlu orang tua untuk mencukupi kebutuhan belajar siswa untuk dapat meningkatkan prestasi belajar anaknya. Prestasi belajar siswa yang masih kurang, maka perlu ditingkatkan prestasi belajarnya dengan cara melengkapi failitas belajar atau sarana prasarana belajar.
Berdasarkan pembahasan analisis temuan hasil penelitian tentangPengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar siswa. Status ekonomi orang tua dilihat dari pendidikan, kekayaan, jabatan danpendapatan tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap prestasianak-anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap anak berprestasi bukandari lingkup keluarga yang terpenuhi segala kebutuhan hidupnya,melainkan seluruh siswa memiliki prestasi sesuai dengan kemampuan dan dorongan positif dari orang tuanya. Dorongan postif bisa diupayakanberupa pemberian semangat dan kasih sayang kepada anak-anaknya.Meluangkan waktu untuk memperhatikan cara belajar dan hasil belajar anak, akan sangat membatu anak untuk meningkatkan prestasinya dalam sekolah. Demikian juga yang dapat diberikan yaitu karena adanya hubungan antara ekonomi keluarga dengan prestasi belajar anaknya, maka bagi orang tua yang ekonominya rendah atau kurang mampu dalam hal ini tingkat pendapatannya agar berusaha untuk meningkatkan pendapatannya dengan mencari pekerjaan tambahan. Bagi siswa yang berprestasi dan orang tuanya kurang mampu diharapkan sekolah dapat memberikan beasiswa atau program orang tua asuh atau orang tua angkat yang bersedia membantu memenuhi biaya pendidikannya.
SARAN
yang dapat dirumuskan berdasarkan hasil penelitian antara lain :
1) Bagi guru sebagai pendidik dan madrasah diharapkan mampu memberikan atau meningkatkan motivasi belajar siswa. dan mampu memberikan kondisi yang dapat meningkatkan motivasi belajar, menyediakan fasilitas belajar yang lebih baik.
2) penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk peneliti-peniliti selanjutnya sebagai salah satu bentuk upaya dalam memberikan sumbangan yang bermanfaat guna peningkatan kualitas pendidikan.
3) Dalam kaitannya dengan prestasi belajar anak, diharapkan kepadaorang tua, untuk selalu memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap perkembangan pendidikan anak hal ini demi terwujudnya kepribadian anak yang baik dan menerima hasil belajar yang baik.
4) Orang tua harus menanamkan hidup sederhana sejak dini kepadaanak-anaknya ,supaya, mereka bisa memahami kondisi ekonomiorang tuanya, sehingga mereka terbiasa dengan hidup sederhana danmudah bergaul dengan segala jenis teman.
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam dalam interaksinya dengan lingkungan. Belajar merupakan suatu proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan.